Galih Suryadmaja adalah peneliti seni budaya yang menaruh perhatian pada denyut kehidupan tradisi—terutama seni pertunjukan dan musik masyarakat Sasak di Nusa Tenggara Barat. Bagi Galih, seni tidak hanya hadir sebagai bentuk estetika, tetapi sebagai cara manusia memahami dirinya, merawat ingatan, dan merespons perubahan zaman.

Melalui pendekatan etnografi dan kajian budaya, ia menelusuri bagaimana praktik-praktik seperti Gendang Beleq, Wayang Sasak, hingga berbagai ekspresi musikal lokal terus bertransformasi tanpa kehilangan akar kulturalnya. Penelitiannya berangkat dari ruang-ruang komunitas—dari sanggar hingga panggung adat—tempat tradisi tidak hanya dipertunjukkan, tetapi juga dinegosiasikan dan dihidupi.

Selain menulis karya ilmiah, Galih juga aktif dalam dokumentasi dan pemetaan komunitas seni, serta mengembangkan gagasan tentang pemajuan kebudayaan yang relevan dengan konteks hari ini. Ia percaya bahwa kebudayaan tidak cukup dijaga sebagai warisan, tetapi perlu dihidupkan sebagai praktik yang bermakna, inklusif, dan terus bergerak bersama masyarakat.